Sabtu, 13 Januari 2018

MENGAPA ORANG YAHUDI SANGAT INTELIGENT?

Oleh Dr. Stephen Carr Leon


Karena saya menghabiskan waktu sekitar 3 tahun di Israel untuk magang di beberapa rumah sakit di sana, terlintas dalam pikiran saya untuk melakukan tesis / penelitian tentang "Mengapa orang-orang Yahudi cerdas?" 

Tidak dipungkirkan bahwa orang-orang Yahudi maju dalam semua aspek kehidupan seperti teknik, musik, sains dan bisnis, yang paling jelas di mana hampir 70% perdagangan / bisnis dunia dimiliki oleh orang Yahudi seperti kosmetik, fashion, makanan, senjata, hotel dan industri film (Hollywood dan lainnya).

Selama tahun kedua, pada bulan Desember 1980, dan saya akan kembali ke California, gagasan ini datang kepada saya dan saya ter-heran2 mengapa Tuhan memberikan karunia / kemampuan ini kepada mereka? Apakah ini sebuah kebetulan atau apakah itu buatan manusia se-olah2 itu bisa diproduksi seperti barang dari pabrik. Tesis saya membutuhkan waktu sekitar 8 tahun untuk mengumpulkan semua informasi seakurat mungkin, seperti asupan makanan, budaya, agama, persiapan awal kehamilan dan lain-lain dan saya akan membandingkannya dengan ras lain. 

Mari kita mulai dengan persiapan awal kehamilan. Di Israel, hal pertama yang saya perhatikan adalah bahwa ibu hamil akan selalu bernyanyi dan bermain piano dan akan selalu berusaha memecahkan masalah matematika bersama sang suami, dan saya sangat terkejut melihat sang ibu selalu membawa buku matematika dan terkadang saya membantunya untuk memecahkan beberapa masalah, saya akan bertanya, "Apakah ini untuk anak Anda di dalam kandungan?" dia akan menjawab "Ya untuk melatih anak masih di rahim sehingga akan menjadi jenius nanti". Dia tidak akan menunggu sampai anak itu lahir baru memecahkan masalah itu.

Hal lain yang saya perhatikan, adalah tentang makanannya, dia suka makan kacang almond dan minum susu, untuk makan siang dia akan membawa roti dan ikan tanpa kepala, salad dicampur dengan kacang almond dan kacang lainnya, mereka yakin ikan itu baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan itu buruk bagi otak. Dan juga seperti budaya orang Yahudi bagi ibu hamil untuk mengambil minyak hati ikan cod. 

Ketika saya diajak makan malam, saya selalu memperhatikan bahwa mereka selalu suka makan ikan (daging dan fillet) dan tidak ada daging, sesuai kepercayaan, daging dan ikan bersama-sama2  tidak akan memberi manfaat bagi tubuh kita. Salad dan kacang-kacangan adalah suatu keharusan, terutama kacang almond. 

Mereka akan selalu makan buah terlebih dahulu sebelum makan utama. Keyakinan mereka jika Anda makan makanan utama terlebih dahulu (seperti roti atau nasi) lalu buah-buahan, ini akan membuat kita merasa ngantuk dan sulit mengerti pelajaran apapun yang Anda pelajari di sekolah.

 Di Israel, merokok adalah tabu, jika Anda adalah tamu mereka, jangan merokok di rumah mereka, mereka dengan sopan akan meminta Anda untuk merokok di luar rumah. Menurut ilmuwan di universitas Israel, nikotin akan menghancurkan sel utama di otak kita dan akan mempengaruhi gen dan DNA, yang menurunkan generasi bodoh atau otak yang rusak. Jadi semua perokok tolong perhatikan hal itu (Ironisnya, penghasil rokok terbesar adalah ... Anda tahu siapa .. buat tebakan Anda sendiri). 

Asupan makanan untuk anak selalu di bawah bimbingan orang tua, pertama, buah dengan almond, diikuti minyak ikan cod. Dalam pengamatan saya pada anak2 Yahudi, kebanyakan dari mereka mengenal 3 bahasa, yaitu bahasa Ibrani, bahasa Arab dan bahasa Inggris, sejak kecil mereka akan berlatih bermain piano dan biola, ini adalah suatu keharusan.

 Dengan demikian, diyakini bahwa praktik ini akan meningkatkan IQ anak dan akan membuatnya jenius. Dan menurut ilmuwan Yahudi, getaran musik akan merangsang otak dan itulah sebabnya ada banyak jenius di antara orang-orang Yahudi ... 

Sejak kelas 1 sampai 6, mereka diajarkan matematika bisnis dan mata pelajaran sains yang mana menjadi pilihan pertama mereka. Sebagai perbandingan saya bisa melihat anak-anak di California, IQ mereka sekitar 6 tahun yang lalu. Dan anak-anak Yahudi juga terlibat dalam olahraga seperti memanah, menembak dan berlari, oleh karena itu diyakini bahwa memanah dan menembak akan membuat otak lebih fokus pada keputusan dan ketepatan. 

Di sekolah menengah, siswa lebih cenderung untuk belajar sains, mereka akan menciptakan produk, terlibat dalam berbagai jenis proyek, walaupun beberapa terlihat sangat lucu atau tidak berguna, namun semua perhatian diberikan secara serius terutama jika itu adalah senjata, obat atau teknik, gagasan akan diperkenalkan di institut yang lebih tinggi di bidang politeknik atau universitas. 

Penguasaan bisnis akan lebih diminati, di tahun terakhir universitas, para siswa dalam bisnis akan diberikan sebuah proyek dan biasanya mereka akan hanya bisa lulus jika kelompok mereka (sekitar 10 dalam satu kelompok) dapat menghasilkan keuntungan sebesar USD1 juta. 

Jangan kaget, inilah kenyataan dan itulah sebabnya separuh bisnis di dunia dipegang oleh orang-orang Yahudi, yang merancang Levis terbaru, dirancang di universitas Israel oleh fakultas bisnis dan mode. 

Pernahkah Anda melihat mereka bagaimana mereka berdoa, mereka selalu menggoyangkan kepala menunduk dan tegak kembali, karena itu mereka yakin tindakan ini akan merangsang dan memberi lebih banyak oksigen ke otak, sama halnya dengan Islam di mana Anda perlu menundukkan kepala. 

Lihatlah orang Jepang, mereka selalu menundukkan kepala sebagai budaya mereka, banyak dari mereka yang pintar, mereka suka sushi (ikan segar), apakah ini sebuah kebetulan?

Di New York, pusat perniagaan bagi orang2 Yahudi berbasis di New York, yang hanya menampung orang2 Yahudi yang mempunyai ide2 mendatangkan keuntungan, komite Yahudi akan memberi mereka pinjaman tanpa bunga dan memastikan bisnis mereka berhasil. Karena hal inilah, Starbucks, Dell-computer, Coca Cola, DKNY, Oracle, Levis, Dunkin Donut, pélem2 Holywood dan ratusan bisnis lainnya berada di bawah kuasa  mereka.

Orang2 Yahudi lulusan fakultas kedokteran di New York didorong untuk bersatu dengan para pengusaha Yahudi, diberi peluang praktek privat dengan skema pinjaman tanpa bunga ini, sekarang saya jadi tahu mengapa hampir semua RS di New York dan California selalu kelangkaan dokter2 spesialis.

Merokok membuat generasi bodoh. Pada waktu saya berada di Singapura tahun 2005, membuat saya kaget melihat para perokok dikucilkan, dan harga satu bungkus sekitar 7 US dollar, seperti di Israel merokok adalah suatu tabu dan bentuk kepemerintahan mereka mirip dengan Israel. Itulah sebabnya mengapa hampir semua universitas di Singapura berstandar tinggi, meskipun Singapura hanya seluas Manhattan.

Sekarang kita lihat Indonesia, di mana2 kita lihat orang2 merokok, dan harga sebungkus rokok saangat muraah, hanya 70 sen US. Dan ini berakibat pada jutaan orang2nya, kita bisa lihat berapa universitas yang dapat dibanggakan masuk kelas dunia yang menghasilkan produk teknologi tinggi.. tidak akan... bisakah mereka berbicara bahasa dunia penting selain bahasa mereka sendiri, mengapa sulit bagi mereka untuk berpikir cara orang2 yang berbahasa Inggris misalnya, semua ini akibat budaya merokok. Pikirkanlah.

Dalam tesis saya, saya tidak menyinggung agama dan ras sebagaimana kita seharusnya saling menghormati dalam hal itu, mengapa orang2 Yahudi begitu arogan sehinggga diburu di jaman Firaun sampai Hitler, bagi saya itu adalah masalah politik dan kelangsungan hidup, yang terpenting adalah, bisakah kita membangun generasi inteligens seperti yang Yahudi itu.

Jawabannya dapatlah kiranya disetujui bahwa perlu adanya perubahan dalam kebiasaan se-hari2 kita pada cara makan, mengasuh/membesarkan anak, dan saya pikir dalam tiga generasi terus-menerus, hal itu dapat tercapai. Ini dapat saya amati pada cucu saya, sebagai contoh pada umur kesembilannya ia sudah dapat menulis essay dalam lima halaman dengan judul "Mengapa saya menyukai tomat".

Semoga di masa mendatang kita semua hidup di kedamaian dan berhasil membangun generasi2 jenius demi kehidupan umat manusia yang lebih baik, di manapun kita berada.
[29/12 07:22] ‪+62 812-3300-649‬: ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
WAJAH BURUK YAHUDI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin)

Potret Yahudi, di mata umat Islam, memang demikian kelam. Sejak jaman baheula hingga kini, kejahatan dan keculasannya teramat sulit untuk dilupakan. Saking banyaknya, bisa jadi daftar riwayat kekejiannya bakal memenuhi lemari sejarah.

Orang-orang Yahudi memandang bahwa mereka adalah umat pilihan Allah ta'ala. Mereka merasa diistimewakan dan dilebihkan atas seluruh umat pada zamannya, yaitu semasa Nabi Musa 'alaihissalam.

**Disebutkan oleh Abul Fida Ismail Ibnu Katsir Rohimahulloh dalam Tafsir-nya, bahwa dilebihkannya mereka atas umat-umat yang lalu pada masanya, yaitu dengan dikaruniai keutamaan diutusnya para rasul Allah dari kalangan mereka, diturunkan kitab-kitab suci kepada mereka, dan diberinya mereka kerajaan.**

**Allah ta'ala berfirman berkenaan dengan keutamaan yang telah diberikan kepada mereka:**

__“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.” (Al-Baqarah: 47)__

**Kata al-yahudu (الْيَهُودُ), menurut Ibnu Manzhur dalam Lisanul ‘Arab, secara etimologi berasal dari kata hadu (هَادُوا) yang bermakna mereka telah bertaubat. Sepadan dengan itu, Ibnu Katsir Rohimahulloh dalam Tafsir-nya mengungkapkan pula bahwa al-yahud adalah para pengikut Musa 'alaihissalam. Mereka adalah orang-orang yang berhukum pada Taurat di zamannya. Kata al-yahud itu sendiri adalah at-tahawwudu (التَّهَوُّدُ) yang memiliki makna at-taubah. Sebagaimana Musa 'alaihissalam berkata:**

__“Sungguh kami telah bertaubat kepada-Mu.” (Al-A’raf: 156)__

**Maka, penamaan mereka dengan al-yahud lantaran sikap taubat mereka. Adapun secara nasab, mereka digariskan kepada anak keturunan Ya’qub 'alaihissalam.**

**Al-Quran sendiri banyak membongkar keculasan watak Yahudi. Walau mereka telah mendapatkan keutamaan dari Allah. Namun karunia tersebut tidak disyukuri sebagaimana mestinya. Bahkan mereka menunjukkan sikap pembangkangan, arogan, dan durhaka kepada Allah.**

Mereka semestinya mengesakan Allah namun justru menjadikan ‘Uzair sebagai anak Allah. Lihatlah, bagaimana mereka berpaling dari apa yang mereka janjikan untuk bertauhid. Allah membuka kedok watak mereka yang sebenarnya:

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kalian menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat. Lantas kalian tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kalian, dan kalian selalu berpaling.” (Al-Baqarah: 83)

Kemudian, nyata sekali kebatilan agama Yahudi setelah mereka menjadikan ‘Uzair sebagai anak Allah sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Al-Masih sebagai anak Allah. Firman-Nya:

“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’. Dan orang-orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka. Mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka bisa berpaling.” (At-Taubah: 30)

Tak cuma itu. Mereka pun melakukan penyimpangan tauhid dengan menjadikan para ulama (al-ahbar) dan orang-orang ahli ibadah (ar-ruhban) sebagai sesembahan selain Allah.

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (mereka juga mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya diperintah menyembah Ilah yang Esa, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 31)

Menjelaskan ayat di atas, Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan menyatakan, bahwa para alim dan ahli ibadah tersebut merupakan kalangan Yahudi dan Nashara. Yahudi dan Nashara telah menjadikan para ulama dan orang-orang ahli ibadah dari kalangan mereka sebagai tuhan (sesembahan) selain Allah. (I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 120)
[29/12 07:22] ‪+62 812-3300-649‬: ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
WAJAH BURUK YAHUDI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
4⃣

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin)

Bercokolnya negara Israel di wilayah Palestina merupakan salah satu “permainan” tingkat global yang dipertontonkan kaum Yahudi. Aksi-aksinya yang sistematis dan didukung lobi zionis menjadikan daya gigit mereka terhadap musuh-musuhnya terasa lebih ampuh.

Tapi, benarkah mereka kokoh? Tidak. Mereka lemah, karena menjadikan pelindung (penolong) selain Allah. Kekuatan yang mereka susun tak ubahnya bak sarang laba-laba. Walau nampak rapi tersistem, namun senyatanya lemah sekali. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba.

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabut: 41)

Tapi, kenapa kaum muslimin tetap tak berdaya menghadapi mereka? Ya, karena kaum muslimin masih karut marut. Masing-masing berjalan dengan pemahaman dan pikirannya sendiri-sendiri. Ada yang berjuang dan memiliki militansi yang tinggi, ternyata mereka berpaham Khawarij. Ada yang mencoba lebih lembut, berupaya menampilkan citra Islam yang damai dan sejuk, sehingga mengedepankan penataan spiritualitas, ternyata mereka penganut Sufi. Ada yang nampak cerdas, seakan mampu mengolah akal, ternyata mereka teracuni pemahaman Mu’tazilah. Ada yang berdakwah dengan menggiring penganutnya cinta kepada Rasulullah n dan ahlu baitnya, ternyata mereka berbendera Syi’ah Rafidhah.

Maka, untuk membingkai kembali bangunan kaum muslimin sehingga tertata secara baik, Rasulullah telah memberikan solusi sebagaimana tergambar dalam hadits Ibnu ‘Umar. Kata beliau, “Aku mendengar Rasulullah bersabda:

“Apabila kalian terlibat jual beli ‘inah, kalian telah mengambil ekor-ekor sapi, kalian merasa senang dengan pertanian, dan kalian telah tinggalkan jihad, maka Allah akan timpakan atas kalian kehinaan. Tidak akan dicabut kehinaan tersebut hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (Sunan Abi Dawud, no. 3458, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 11)

Kembali kepada agama dengan pemahaman yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Memahami agama sebagaimana para salafush shalih telah memahaminya.

Menukil apa yang dinyatakan Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz Rohimahulloh, bahwa ittiba’ (mengikuti) syariat Allah dan bersabar dalam mengikutinya merupakan salah satu sebab turunnya pertolongan Allah kepada orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah:

“Jagalah (agama) Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah (agama) Allah, niscaya Allah akan di depanmu.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2516. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani Rohimahulloh dalam Shahih Al-Jami’ no. 7957)

**Barangsiapa menjaga Allah, dengan menjaga agamanya, beristiqamah di atasnya, saling menasihati dengan kebenaran dan bersabar atasnya, Allah akan menolong, meneguhkan, dan menjaga dia dari berbagai tipu daya. (Asbabu Nashrillah lil Muminin ‘ala A’daihim, hal. 7)**

Demikianlah bimbingan Allah dan Rasul-Nya dalam menghadapi tipu daya musuh-musuh Islam. Betapa pun segenap kekuatan telah dimiliki, namun pertolongan Allah tetap diharapkan.
Wallahu a’lam.
[29/12 07:22] ‪+62 812-3300-649‬: ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
WAJAH BURUK YAHUDI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
3⃣

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin)

**Itulah sosok Yahudi. Digambarkan secara transparan melalui Al-Quran dan As-Sunnah. Walau mereka telah memahami apa yang termaktub dalam kitab mereka, namun mata hati mereka tumpul untuk menerima kebenaran. Tak kalah sengitnya adalah sikap permusuhan mereka terhadap kaum muslimin. Permusuhan yang dilandasi keinginan mereka untuk menyatukan millah (nilai syariat) sesuai dengan yang mereka kehendaki.**

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: __‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120)__

Allah mengabarkan kepada Rasul-Nya, sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah ridha (senang) kepadanya kecuali setelah mengikuti agama mereka. Karena sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang gencar menyeru (mengajak) orang-orang agar masuk ke dalam agama mereka. (Lihat Taisir Al-Karimi Ar-Rahman fi Tafsiri Kalam Al-Mannan karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rohimahulloh dalam menafsirkan surat Al-Baqarah ayat 120)
Dipertegas oleh Al-Imam Al-Qurthubi Rohimahulloh, bahwa seandainya engkau memberi apa yang mereka minta, mereka tetap saja belum senang kepadamu. Sesungguhnya, mereka akan merasa senang kala dirimu mau meninggalkan Islam dan mengikuti (agama) mereka. (Al-Jami’ li Ahkami Al-Quran, 2/507)

Mencermati pernyataan para ulama di atas, memberi asupan berupa peringatan betapa kerasnya tekad kaum Yahudi dan Nasrani untuk menggaet kaum muslimin keluar dari agamanya. Penjelasan para ulama di atas tentu saja tidak bisa hanya diperhatikan dengan memicingkan sebelah mata. Karena pergulatan dakwah di dunia nyata, pemurtadan terhadap kaum muslimin demikian marak.

Ini merupakan bukti bahwa permusuhan yang mereka lancarkan kepada kaum muslimin bukan sekedar faktor perebutan kekuasaan atau masalah kepemilikan atas status wilayah, namun lebih dari itu lantaran masalah agama.

Pendudukan wilayah Palestina oleh Yahudi bukan sekedar orang-orang Yahudi membutuhkan tempat untuk tinggal. Namun perjuangan mereka untuk merebut tanah Palestina adalah lantaran dilandasi idealisme keagamaan.

Maka gambaran-gambaran yang telah dipaparkan dalam tulisan ini hanya sebagian kecil dari yang bisa ditampilkan untuk melihat wajah buruk yahudi

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda